CLICK HERE FOR FREE BLOGGER TEMPLATES, LINK BUTTONS AND MORE! »

Selasa, 02 Oktober 2012

Hujan Mata Pisau


tidak kan menepi tidak berhenti
itu atau ini pilihan yang saling satir
dan sepertinya akan semakin berat
ke cita-cita yang masih jauh di depan sana

ku berlari sendiri tidak berhenti
kanan atau kiri arah yang saling menyindir
dan sepertinya memang semakin berat
lihat langitnya dimanakah mataharinya


selangit penuh mendung memperingatkan
seribuan matapisau terhujan
dan payung baja ku biarkan tak mengembang
ketakutan yang menenggelamkan

mewajahi mewakili
para tidak terwakili
jadi kaki dan roda bagi
para pencari matahari

selangit penuh mendung memperingatkan
seribuan matapisau terhujan
dan payung baja ku biarkan tak mengembang
ketakutanlah yang menenggelamkan

selangit penuh cahaya tertaburkan
seribuan tangkai bunga ditumbuhkan
dan payung baja ku biarkan tak mengembang
keberanian yang menyelamatkan

120

tentang benda-benda yang engkau punya
dan engkau banggakan
tentang gaya hidup yang kau kenakan
dan bahkan kini kau tuhankan

tentang kekinian yang selalu saja kau bicarakan
tentang status dan posisi tawarmu
di penglihatan orang-orang

jangan harap itu bisa
mengesankanku dan menjatuhkanku

atas nama dunia yang engkau pikir
telah dan selamanya akan kau genggam...

tentang nama besar yang kau sandang
dan engkau busungkan
tentang seberapa pintar dan cemerlangmu
di penglihatan orang-orang

tentang satu dua tiga peperangan
yang pernah kau menangkan
kalimat menjatuhkan yang jadi sering
engkau ucapkan kau hujamkan

jangan harap itu bias mempercepatmu dan mengejarku..

atas nama dunia yang engkau pikir telah kau punya
atas nama dunia yang engkau kira
telah dan selamanya akan kau genggam

120 sekian
dan masih kan menambah
kecepatan, kecepatan
dan tak akanbisa terkejar

jangan harap itu bisa
mengesankanku dan menjatuhkanku
atas nama dunia yang engkau pikir
telah kau punya
atas nama dunia yang engkau kira
telah dan selamanya akan kau genggam...

120 sekian
dan masih kan menambah  kecepatan

Tanah Indah Untuk Para Terabaikan Rusak dan Ditinggalkan


ditanah tua yang tinggal hanya
debu darah dan marah
diantara keranda prasasti janji
ku bangun kendaraan
dari kayu
pasak dan tali
bekas bakal rumah itu

ku bangun mesinnya dari
logam senjatamu yang menyayat-nyayat
kurangkai sayapnya dari sumpah serapahmu
yang menampar-namparku
mengepul minyak bakar yang
menetes kencang dari lebam yang menghitam

menjelajah ruang yang megah
mengarungi waktu yang entah

menengadah ke langit yang pemurah
pergi dari tanah yang rusak

Reff:
kan kuajak mereka yang merasa serupa
kan kujemput jiwanya dirumahnya
jiwa-jiwa yang terabaikan rusak dan ditinggalkan
terundang terbang bersama

kan kuajak mereka yang merasakan serupa
kan kujemput jiwanya dirumahnya
kita kan tinggalkan sauhnya dan abaikan kompasnya
tak berlabuh dimana saja

ruang yang megah
menjelajah
waktu yang entah
berpihaklah
langit yang permurah
berkatilah
tanah yang indah kami datang

Menantang Rasi Bintang


menantang rasi bintang
membalik garis tangan
menarikan cerita
menuliskan lagi puisi yang mulai kehilangan rimanya
memotong awan pekat gelap
melintang tepat di jantungnya
terburailah darah cahaya yang lama terhalang gelapnya
silau berkilauan terangnya..  benderang

tenang sebentar mengendapkan
uraikan simpul kacaunya
diam sebentar membedakan
yang teringinkan dan dibutuhkan

hidup itu sekali
mati itu pasti
bisa jadi nanti atau setelah ini

Coba tulis ulang lagi
yang sejatinya kau cari

maka sudahilah sedihmu yg blm sudah
segera mulailah syukurmu yg pasti indah
berbahagialah.. bahagialah
sudahilah sedihmu yg belum sudah
bahagialah...
berbahagialah...
sudahilah sedih mu yang selalu saja
menantang...

Download lagu ->

enjoy! :)


The Only Way


I never see again pretty eyes,
since the last time I saw your eyes,
I never kissed again sweet lips,
Since the last time i kissed your lips,
Go go go.. go go go, things so fine before you go,
 No no no.. no no no, well did I want it that way, the answer is no,
The good old days has ended someway,
it's not easy but this the only way,
I never knew I’m so lucky to have you,
 until the day I’ve lost you,
parallel life I’ll see you soon...

Sabtu, 29 September 2012

Pada Paragraf yang Begitu Singkat

"Pada Paragraf yang Begitu Singkat" - Bernard Batubara/@benzbara_

Pada paragraf yang begitu singkat, kau sempat menulis bekas luka
Disana kau dan aku dahulu dengan tabah menyusun huruf demi huruf sambil belajar membuat narasi yang bahagia
Padahal akhir cerita tak bersahabat dengan waktu dan sisa rindu di sela kata terlalu lemah untuk patuh kepada airmatamu
Tak ada jeda untuk kau tinggal disini
Biarkan aku membiarkanmu pergi

Biarkan aku membiarkanmu pergi

Pada paragraf yang singkat ada ingatan yang berkarat
Disana aku dan kau terperangkap dalam kalimat pasif yang tak paham bagaimana cara menunggu
Sedangkan cintamu telah lumpuh di titik terdekat dan langkahku telah lumpuh di tanda tanya terjauh
Tak ada celah untukku pergi dari sini
Biarkan aku membiarkanmu kembali

Biarkan aku membiarkanmu kembali

Senin, 03 September 2012